Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kriminalisasi Pers

aktor intelektual pembacokan wartawan diusut

Wartawan Desak Polisi Usut Aktor Intelektual Pembacokan Wartawan Palembang: Aparat kepolisian didesak untuk segera meringkus pelaku intelektual di balik kasus pembacokan yang menimpa enam awak media surat kabar umum (SKU) mingguan Media Rakyat. Belasan wartawan dari sejumlah koran mingguan Sumsel yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti-Kekerasan Senin (11/7) mendatangi Polda Sumsel guna mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini dan menangkap para pelaku pembacokan. ”Sebenarnya sudah banyak sekali LSM dan OKP yang ingin turun ke jalan, mengajak kami bersama-sama melakukan sweeping langsung guna menangkap pelakunya. Tapi kami larang dan biarlah kasus ini kami percayakan kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polresta Palembang,” kata Dedi, juru bicara koran mingguan yang juga awak dari koran SKU mingguan Media Rakyat. Dedi dan belasan wartawan lainnya diterima Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumsel Komisaris Besar (Kombes) Pol Sabaruddin Ginting ...

Wartawan Media Rakyat Palembang Dianiaya Preman

Para wartawan di Palembang melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Palembang dan Polresta Palembang Kamis (7/7) mendesak agar kasus penganiayaan terhadap wartawan Media Rakyat diusut tuntas..(foto: Seputar Indonesia, Jumat 8 Juli 2011) *Wartawan Demo Usut Penganiayaan Wartawan, Polisi Bentuk Tim Khusus Palembang: Untuk mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan enam wartawan Media Rakyat beberapa waktu lalu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Agus Sulistiyono menegaskan sudah membentuk tim khusus. Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi Selasa (5/7). “Nama-nama tersangka sudah kami kantongi. Tidak ada proses yang kami tutupi, bahkan pihak wartawan selalu kami informasikan terkait perkembangan penanganan kasus ini,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang , Kamis (7/7). Kapolres menegaskan, polisi serius mengungkap kasus keenam wartawan yang menjadi korban pembacokan di Rumah Makan Bu Henny,Jalan Radial,Kecamatan IB I,Palembang. Bahkan, pada hari pertama kejad...

Pukul Wartawan Seputar Indonesia Dituntut 7 Bulan

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/270653/ Seputar Indonesia, Kamis (17/9/2009) Penganiaya Wartawan Dituntut 7 Bulan LUBUKLINGGAU (SI)-Daryadi ,31,terdakwa penganiaya wartawan Seputar Indonesia (SI ) Ade Satia Pratama ,28,kemarin sekitar pukul 13.30 WIB akhirnya dituntut JPU Darmadi SH penjara selama 7 bulan. Menurut jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa terbukti melakukan penganiayaan sesuai pasal 351 ayat 1 KUHP.Sebagaimana dalam amar dakwaan yang dibacakan JPU, kejadian tersebut terjadi Jumat,19 Desember 2008 sekitar pukul 13.30 WIB. Bermula, korban bersama rekannnya Arif Chandra,wartawan Radar Pat Petulai (Jawa Pos Group), usai menunaikan Sholat Jumat, kemudian keduannya mendatangi pengerjaan proyek pengaspalan di Jl Bangka TKP (tempat kejadian perkara). Korbanpun langsung mengambil beberapa gambar dengan menggunakan kamera. Sedangkan Arif Chandra bertanya kepada terdakwa mengapa tidak ada papan proyek? Terdakwa balik bertanya “Kamu dari mana?” Dijawab korban “S...

Sekwan Sumsel Caci Maki Pers

Sekwan Sumsel Caci-Maki Pers, Gubernur-Ketua DPRD Tegur Keras Palembang (SI) Teguran keras terhadap sikap arogan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumsel Sofyan Machmud datang dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Ketua Dewan H Zamzami Ahmad. Kedua pejabat itu mengungkapkan, sikap Sekwan yang mencaci maki pers tidak pantas dilakukan seorang pejabat, apalagi setingkat eselon II di lingkungan Pemprov Sumsel. Alex bahkan menyayangkan sikap yang ditunjukkan Sekwan yang dinilainya menyepelekan persoalan keamanan di Gedung DPRD Sumsel. Alex pun berjanji akan menegur keras kinerja dan sikap Sekwan yang dinilai tidak pantas dilakukan. “Pengamanannya (Gedung DPRD Sumsel) memang dari Pol PP dan dikoordinasikan Sekwan. Harusnya sikap Sekwan tidak boleh seperti itu,” ujar Alex sebelum memimpin rapat staf di Kantor Gubernur kemarin. Kekecewaan orang nomor satu di Sumsel itu juga semakin menjadi- jadi setelah mengetahui kasus pencurian, bahkan kehilangan sepeda motor kerap terjadi di gedung wakil rak...

Wartawan Dibunuh

Selasa, 17/02/2009, Bisnis Indonesia KRONIKA Wartawan diduga dibunuh * Cetak DENPASAR: Anak Agung Prabangsa, 44, wartawan Harian Umum Radar Bali yang ditemukan mengambang di permukaan laut dan telah menjadi mayat, diduga kuat telah menjadi korban aksi pembunuhan. Dugaan itu dilihat dari kondisi fisik atas jenazah korban yang tidak lagi memiliki bola mata, sementara bagian tengkorak kepalanya remuk dan nyaris gepeng, yang diduga akibat hantaman benda tumpul. Petugas pada Ditreskrim Polda Bali di Denpasar, kemarin, mengatakan bagian lengan kiri korban juga diketahui patah dan pada lingkaran lehernya diduga ada bekas resapan darah seperti orang habis dijerat. "Dilihat dari ciri-ciri seperti itu, ada dugaan korban tewas akibat tindak pembunuhan," ujar polisi. (Antara) * Cetak http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/umum/1id103738.html

Wartawan Korban Kekerasan

Wartawan Lubuklingau Gelar Aksi Anti-Kekerasan Terhadap Pers Minggu, 04 Januari 2009 Lubuklinggau, Sumsel (ANTARA News) - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), yang tergabung ke dalam Forum Solidaritas Insan Pers (FORSIP) melakukan aksi keprihatinan terhadap kekerasan yang menimpa kalangan pekerja pers di daerah itu. "Stop dan hentikan kekerasan terhadap kalangan pekerja pers, tahun 2008 merupakan tahun terburuk bagi wartawan Indonesia di Kota Lubuk Linggau," kata Edy Supriyadi, wartawan senior dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut, Jumat (2/1). Dia menjelaskan, kasus terakhir pada tahun 2008 telah menimpa Ade Stya Pratama wartawan Sriwijaya Pos (Sripo) Palembang, menjadi korban kebrutalan pereman salah seorang kontraktor lokal. Aksi puluhan wartawan yang bertugas di Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas(Mura) itu, mendatangi kantor Polres s...